Melihat lebih dekat dedikasi dan keterampilan tangan pengrajin Nagekeo dalam menciptakan karya seni anyaman yang bernilai tinggi.
Setiap tas dikerjakan secara manual (handmade) melewati proses yang panjang dan teliti.
Daun pandan dibagi menjadi bagian-bagian kecil sesuai ukuran yang diinginkan untuk membuat Tas tersebut.
- Selanjutnya daun pandan tersebut di rendam selama satu malam, lalu dijemur hingga kering untuk menghasilkan warna dasar cream, dan di rapikan menggunakan bilah bambu.
Inilah inti dari pembuatan So'o Bae. Pengrajin mulai menganyam dari bagian dasar hingga membentuk badan tas. Pada tahap ini, motif-motif adat (seperti motif Peo) mulai dibentuk dengan ketelitian tingkat tinggi.
- Pembuatan motif dilakukan secara bertahap dengan menggunakan benang dan jarum disetiap sudut tas adat, untuk mempercantik tampilan dari tas adat So’o Bae.
Pemasangan tali pegangan, pembersihan sisa benang, dan pengecekan kualitas secara menyeluruh untuk memastikan tas kuat, awet, dan siap digunakan untuk acara adat maupun sehari-hari.